Jeany, malam ini aku sungguh merindukanmu. Tapi aku tak tau, hal apa yang sebetulnya aku rindukan darimu. Bukankah kita tak pernah jalan berdua, tak pernah duduk berdampingan, tak pernah telfonan, bahkan sms’an pun tak pernah. Maksimal yang aku lakukan adalah memandang wajahmu dari jauh. Itupun jika aku beruntung, karena paling sering aku hanya bisa memandang punggungmu. Dan itu sudah cukup untuk bisa meningkatkan hormon Endorfin dalam tubuhku, yaitu hormon yang bertanggung jawab untuk memberikan rasa bahagia.
Jeany, apa mungkin kamu disana merasa bahwa ada
seseorang yang begitu mengagumi semua hal tentang dirimu. Jika iya, maka itulah
aku. Aku begitu mengagumi senyumanmu, langkah kakimu, kedewasaanmu,
kesederhanaanmu, dan semuanya. Jika aku tulis semua, kamu akan bosan membaca.
Karena deretan kata-kata kekaguman itu tak akan cukup untuk aku tulis di satuhalaman
kertas. Dan itu baru kekaguman yang bisa diungkapkan, karena masih ada lebih
banyak lagi kekagumanku yang tak mampu di lukis dalam kata-kata.
Jeany, jaga baik-baik dirimu disana. Aku disini
hanya bisa berdoa untuk kebaikanmu. Apa yang kamu inginkan, semoga segera
tercapai. Apa yang kamu cita-citakan, semoga segera tergapai. Aku disini pasti
akan tersenyum untuk kebahagiaan yang kamu rasakan.
Jeany, aku disini tak banyak berharap. Aku ikhlas
berada di posisi seperti ini. Paling tidak, aku bisa membuktikan pada dunia
bahwa cinta sejati itu masih ada.
Jeany, terbanglah sesuka hatimu. Jika kamu memang
insan yang Tuhan takdirkan untukku, pasti suatu saat nanti aku adalah tempatmu
pulang, bahuku adalah tempatmu untuk bersandar, dan tubuhku adalah tempatmu
untuk memeluk.
Jeany, jika kamu bukanlah tulang rusukku yang
hilang, maka aku sudah siap. Aku sudah siap untuk menerima kenyataan pahit itu.
Dan kamu akan tetap menjadi perempuan yang paling bersejarah, yang namanya
paling banyak aku sebut dalam puisi, paling sering aku kumandangkan dalam doa,
dan paling lama bertahta dalam lamunan.
(Alvin Mujahid)
RSS Feed
Twitter
04.46
Alvin Mujahid
0 komentar:
Posting Komentar